Kisruh Perebutan Lahan Parkir Pasar Kosambi Bandung, Tak Direspon Walikota, Ombudsman Jalankan Investigasi
Representasi CV Mandiri Pratama usai mengadu ke Ombudsman RI Perwakilan Jawa Barat (27/4/2021) - Saat ini dipantau dan tunngu 14 hari ...ke depan ....
Algivon –
Terkait pengaduan kepada Walikota Bandung Oded M Danial per Senin (26/4/2021), dari
CV Mandiri Pratama selaku pengelola lama lahan parkir Pasar Kosambi Bandung yang
beraktivitas sejak 2009. Adapun pengaduan
ini dipicu kisruh CV Mandiri Pratama yang tersingkir secara paksa, dengan melibatkan
puluhan preman sejak 30 Maret 2021, konon pengambilahan secara paksa ini, dipicu
terbitnya surat PKS (Perjanjian Kerja Sama) antara Perumda Pasar Juara Kota
Bandung dengan PT Atmosfir Kreasi Mandiri (Nomor: 027/PKS 06a -PERUMDA.PJ/2021).
“Hari ini (27/4/2021) saya mengantar karyawan CV Mandiri
Pratama kembali ke Ombudsman RI Perwakilan Jabar di Jl. Kebonwaru Utara No.1
Bandung. Para komisioner Ombudsman memberi jangka waktu 14 hari. Bila Walikota Bandung
tak merespon aduan, lembaga ini bakal lakukan investigasi ke lapangan. Sejak
kami lapor ini pun, ini sudah masuk
agenda kerja dan pantauannya,” papar Sri Royani yang akrab disapa Riri selaku salah
satu Kuasa Hukum CV Mandiri Pratama.
Kata Septy & Zulkarnaen
Selanjutnya redaksi pada Rabu, 28 April 2021 berhasil
menemui Kepala Pasar Kosambi Kota Bandung, Septy Sahreza di ruang kerjanya di
lantai 2 Pasar. Kepada redaksi ia berterus terang tak tahu-menahu, adanya surat
PKS antara Perumda Pasar Juara Kota
Bandung dengan PT Atmosfir Kreasi Mandiri (Nomor: 027/PKS 06a -PERUMDA.PJ/2021)
yang berasal dari Kota Bekasi itu:
“Pas kejadian ada eksekusi saya baru tahu. Untuk SPK dari
pengelola parkir yang baru, saya tidak menerima dan saya pertanyakan ke pusat,
itu sudah menjadi kebijakan pusat. Sementara tugas saya disini, hanya
menjalankan kebijakan oprasional pasar
saja. Kalau masalah itu saya tidak tahu sama sekali bener, dan tidak pernah tahu dari awalnya juga,” terangnya sambil
menambahkan –“Kerjasama perparkiran dan MCK, itu juga dari pusat.”
Kepala Pasar Kosambi Kota Bandung, Septy Sahreza - Tak tahu-menahu duduk perkara munculnya SPK yang bikin geger, sedikit pun, bener nih ?
Intinya Septy yang mengaku menjadi Kepala Pasar Kosambi
Bandung sejak 2018, dalam hal kekisruhan di antara dua pengelola lahan parkir
ini, menyatakan:”Harus ada mediasi oleh PD Pasar, da saya mah pengen kerja
tenang.”
Sementara itu, masih pada hari yang sama, Ketua Persatuan
Pedagang Pasar Kosambi (P3K) Zulkarnaen, diklarifikasi tentang kekisruhan
pengelolaan lahan parkir di Pasar kosambi Bandung menyatakan, munculnya
kekisruhan ini karena yang punya lahan serta manajemen pasar ini tidak bertanya
dulu kepada pengelola yang lama:
“Harusnya pihak Perumda Pasar dan jajaranya memberikan peluang
dulu kepada pengelola lama, lalu bertanya soal masih sanggup atau tidak mengelola,
sambil membicarakannya secara baik baik. Mungkin pengelola lama pun, bisa memahami
bila pun harus ada yang dibenahi.”
Zulkarnaen yang sehari-hari berkegiatan dalam dunia
jahit-menjahit di lantai 2 Pasar Kosambi Bandung, ditanya perihal kasus
genangan air yang berimbas pada gangguan kenyamanan beraktivitas warga, menurutnya:
“Bila terus dibiarkan, akan berdampak buruk, lalu mengundang penyakit. Apa lagi
sekarang ini sedang pandemi virus Covid-19 dimana mana,”ujarnya dengan
menambahkan –“Konplik ini harus segera diselesaikan, masalah banjir di basemen
ini, tanganilah oleh yang terkait.”
Nih, Kata GEMPAR
Secara terpisah H. Ipiek Hasbullah, SE, Sekjen GEMPAR
(Gebrakan Ekonomi Masyarakat Pasar Rakyat), dirinya merasa miris atas terjadinya
perebutan lahan parkir di Pasar Kosambi Bandung:”Ini ironis, dari dulu Pemkot
Bandung tak becus mengelola pasar. Harusnya sejak era reformasi (1998), sudah
tertata rapi kegiatan di pasar. Salah satu pPenyebabnya, Pemkot tak tegas. Padaha,l
power punya mulai Satpol PP, Polisi, dan aparat lainnya,” paparnya dengan
menambahkan –“Aneh juga, saat jaman kolonial pasar tradisional itu lebih
tertib, rapi, dan bersih. Sekarang mah
senangnya awut-awutan. Pedagang
singkong, contohnya dibawa tuh sama tanah-tanahnya dan pohonnya, ke pasar. Ya, kotorlah..
.”
Lebih jauh Ipiek Hasbullah yang terkenal ceplas-ceplos dan
selalu siap turun bersama warga membenahi lingkungan pasar di Kota Bandung yang
tak pernah beres itu, menurutnya Bandung itu gudangnya akademisi:
”Apa salahnya dikerahkan kemampuan itu untuk menata pasar
yang rapi seperti di negara lain. Soal tuntutan pengelola lama perparkiran di
Pasar Kosambi, dengar dan serap baik-baik aspirasi mereka. Hindarkan dari dugaan
permainan kotor, sebab kasus ini sudah menjadi pantauan warga se Indonesia,
malah,” tutupnya dengan mengingatkan –“Saya percaya bakal ada keadilan dari
kasus ini.” (Harri Safiari & Warya)

Tidak ada komentar