Kang Taufik Hidayat, Ketua DPRD Jabar Ungkap Sisi Gurih Camilan Urang Sunda: Cing Naon, Kue Saroja?
Algivon – Bagi warga Tanah
Pasundan, rasanya nama Brigjen TNI (Purn), Taufik Hidayat, SH,MH, Ketua DPRD
Provinsi Jawa Barat cukuplah akrab untuk
kepemimpinan di badan legislatif tingkat Provinsi Jabar 2019 – 2024 .
Pada Rabu (20/4/2022) Kang Taufik Hidayat spaan akrabnya, tatkala ditemui di
ruang kerjanya di Jl. Diponegoro No. 27 Kota Bandung, dikonfirmasi tentang
tayangannya di instragram taufikhidayat_dprd milik dirinya
- Apa pasal menghadirkan video singkat atawal reel dengan pancingan
kalimat nuju ngadamel naon cing?
Tak pelak berkat pancingan tayangan bergreget ini di
instagramnya, muncul aneka jawaban, di antaranya dari goes.soegih menjawab
Ngadamel Saroja. Begitu juga menurut pemilik akun Instagram buckywikagoe
rupanya tegas ia menjawab Saroja dengan menambahkan emoticon tertawa. Lainnya
ada pula heri_aristandi mereaksi dengan menyebut Kembang Goyang.
Alhasil, gimik yang ditayangkan Kang Taufik Hidayat di instragramnya kali ini, tatkala
redaksi konfirmasi, ini katanya:
“ Betul ini camilan saroja khas dari Tanah Pasundan, mirip
dengan Kembang Goyang dari Betawi sana yang berasa agak manis. Kalau ini terasa
agak asin dan gurih tentunya. Bahan dasarnya tepung beras, campur sedikit tepung terigu,
garam, irisan halus daun jeruk biar harum mewangi. Membuatnya seperti kembang
saroja, pakai cetakan khusus bergagang panjang, acapkali berbahan alumunium,”
ujarnya sambil terkekeh penuh nostalgia akan masa kecilnya di bulan Ramadhan,
hingga lebaran kelak menjadi pelengkap camilan warga Sunda.
“Di rumah nenek atau ibu kita, pada era 1960 hingga 1980-an
mungkin hingga sekarang di daerah Tasikmalaya, Majalengka, Subang, Ciamis, termasuk
Bekasi dan Karawang, Sukabumi, Cianjur, Bogor,
dan Cikampek pun masih banyak ditemui pembuatan kue Saroja ini,”
tambahnya sambil menambahkan –“Terjawab juga ya, apa yang saya tanyakan, nuju ngadamel naon cing ?”
Last but not least,
hasil dari pertemuan redaksi dengan Kang Taufik Hidayat hari itu yang cukup
jeli menyematkan salah satu kearifan lokal camilan berasa krenyes krenyes asin
nan gurih di lidah, yang olehnya dimuat di lini masa Instagram-nya, tiada lain menimbulkan
refleksi tersendiri – Apapun, bagaimanapun, dan hingga kapanpun kita khususnya
yang kental berbudaya Sunda, harus ingat dan kukuh pada akar budaya bangsa,
salah satunya camilan atawa kuliner khas Saroja.
“Melalui hal kecil dan sederhana, mulailah lestarikan dan kembangkan
aneka kearifan lokal, juga budaya yang akhir-akhir ini sering dilupakan orang,”
tutup Kang Taufik Hidayat. (Red/Rls)

Tidak ada komentar