Kiat Sukses Dua Bersaudara Febrian Agung & Randu ST, Selaraskan Bisnis dan Filantropi
Algivon -- Introduction nih duo pebisnis yang saat
ini sedang moncer dari kalangan muda yang tinggal di Kota Bandung, mereka ini
dua bersaudara Febrian Agung Budi Prastyo (38), serta adiknya Randu Sekti
Wibowo ST (37). Asal tahu saja kiprah keduanya saat ini tak hanya dikenal di
tingkat regional, melainkan juga di tingkat nasional. Uniknya, kakak beradik
ini sempat menambatkan nama mereka dari total 59 nama dalam ‘tile naming’ di
tangga Rotunda kampus almamater mereka berdua pada ulang tahun ITB yang ke-100
pada tahun 2020, yang diresmikan langsung oleh Rektor ITB Prof. Reini
Wirahadikusumah, Ph. D., (2/7/2020).
Redaksi baru-baru ini (4/4/2022) berkesempatan menemui
keduanya di kantornya, selaku pengelola sekaligus owner dari PT BEST (Bandung
Eco Sinergi Teknologi) yang berlokasi di Grand Surapati Core Jl. P.H.H Mustofa
Kota Bandung.
Kala itu keduanya mengaku yang sejatinya berasal dari Solo
Jawa Tengah mengabarkan kiprah paling anyar di luar kesibukan memasarkan salah
satu produk unggulannya pupuk organik ‘Eco Farming’ ke seantero Nusantara. Randu
ST baru saja (13/3/2022) berhasil menduduki finish di posisi keempat pada
balapan pertamanya di Indonesian Sentul Series of Motorsport (ISSOM). Tepatnya,
Randu ST ikut pada kelas Kejuaraan Nasional Euro Touring Car Championship
(ETCC) kategori novice, menggunakan BMW 330i F30 di Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa
Barat.
“Ini debut pertama saya di ISSOM, mengikuti kiprah kakak
saya Febrian Agung yang pernah jadi juara umum di ISSOM tahun 2021 lalu. Sangat surprise bagi saya di kejuaraan
nasional ini, karena persaingannya ternyata sangat ketat & saya latihan
mobil balap di sentul baru 3 kali saja,” ujar Randu ST.
Sejenak beralih ke Febrian Agung yang diketahui pernah
mengenyam kuliah pada 2002 di jurusan Teknik Kimia ITB, dan kini sebagai
pebisnis yang punya tag line khas ‘go
berkah, no riba’, setelah jatuh bangun di dunia bisnis yang ia katakan ‘sangat
seru, dan penuh tantangan’:
“Terus terang, saya pernah merasakan jatuh sejatuh-jatuhnya,
didatangi debt collector dari 5 bank berbeda dalam satu hari, selama 5 tahun,
dengan total hutang sekitar Rp. 20 milliar yang tak lunas-lunas. Anehnya, waktu
itu ada yang mengajak i’tikaf di mesjid selama 3 hari untuk menjemput
pertolongan Allah SWT. Sempat bertanya maksudnya apa ya? Ini terjadi pada era
2017-an yang serba gelap,” jelas Febrian Agung sambil menuturkan lagi –
“Ternyata benar Allah Maha Kuasa, makhluk tak kuasa. Masya Allah ajakan i’tikaf
itu setelah kami laksanakan rutin tiap bulan, di bulan keenam Alhamdulillah
Allahu Akbar semua hutang terbayar lunas. Bagi saya ini membuktikan, kita
sukses bukan karena kita hebat, tetapi kita sukses karena ditolong Allah SWT."
Antara Bisnis & Filantropi
Lebih jauh Febrian Agung menambahkan, walau hutang sudah
lunas, itikaf itu terus dilanjutkan, kini dinamai SLC (Spiritual Leadership
Camp) tag line – nya, ‘Dzikir Lunas Hutang’. Bersyukur menurut Febrian Agung,
kini malah banyak rekan-rekannya yang mengikutinya:” Karena ternyata
rekan-rekan kita juga banyak yang memiliki masalah hutang.”
Berlanjut kata Febrian Agung:”Kemudian mereka minta tolong
solusi yang real, pekerjaan atau apa yang bisa segera menghasilkan banyak uang,
demi solusi hutang mereka. Akhirnya saya berikan solusi, saya punya produk yang
Insya Allah dahsyat manfaatnya. Silahkan bantu pasarkan, nanti kita pakai
sistem bagi hasil, alias jadi reseller. Alhamdulillah, ternyata banyak peserta
yang berhasil jualan dan 1 per 1 lunas
hutangnya. Kemudian jadi bola salju, peserta makin lama makin banyak hingga
omzet membludak, perputaran uang milyaran rupiah per bulan.”
Pada titik ini, Febrian Agung menepis anggapan jika manuver
bisnisnya, biar laku dibungkus dengan agama.
”Terbalik itu tudingan! Bisnis saya ini lahir 2018-2019 lengkap dengan
semua legalitas resmi pemerintah, setelah 2017 saya memulai ikut teman-teman
kegiatan dakwah tabligh sampai sekarang, jadi kegiatan agama dulu baru bisnis”
ujarnya.
Sedikit bocoran, selain landasan nilai agama dalam berbisnis
semakin diperkuat, saat ini Febrian Agung setelah hutang Rp. 20 milliar lunas
pada tahun 2017, ada ratusan anak yatim piatu yang sudah mereka adopsi. Bahkan
hingga saat ini pihaknya masih tetap menerima anak yatim untuk diadopsi sebagai
anak angkat, targetnya 1.000 anak yatim.
Katanya, kini sudah lebih dari 100 anak diadopsi.
"Kita berikan pakaian terbaik, makanan terbaik dan Insya Allah pendidikan terbaik, juga hadiah rutin setiap hafalan Al Quran nambah." terang Febrian Agung sambil menambahkan – “Selain berbisnis, kegiatan filantropi pun kami lakukan dengan sangat senang hati.”
Potensi Kalimantan Barat
Kembali beralih ke Randu
ST. adiknya, dalam hal studi formal juga mengikuti jejak kakaknya
berkuliah tuntas program S-1 di ITB pada jurusan Teknik Fisika angkatan tahun
2003, kepada redaksi, ”baru saja saya meresmikan kantor cabang PT BEST di Hotel
Dangau Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat (30/3/2022-red). Ini terbentuk atas
kolaborasi PT. BEST dengan Dangau Group”,
jelas Randu ST.
Masih kata Randu ST. langkah Dangau Grup bekerjasama dengan
PT BEST di pulau Kalimantan ini demi membantu para petani di wilayah Indonesia
bagian tengah dan juga Indonesia bagian timur, serta khususnya di wilayah
Kalimantan Barat.
“Para petani di Kalbar terus mengeluh, harga pupuk kimia
terus melonjak, antara hasil panen dan biaya tidak sinkron. Bismillah Insya
Allah kami berikan solusi berupa pupuk murah yang berkualitas,” ujarnya.
Kita ketahui Kalbar itu potensi pertaniannya termasuk daerah
yang sangat berprospek cerah, serta akan terus berkembang. “Apalagi saat ini
sudah dicanangkan IKN (Ibukota Nusantara) di Penajam Paser Utara, Kaltim oleh
Presiden RI Jokowi,” tambah Randu ST.
Di penghujung pertemuan ini rupanya dua bersaudara Febrian
Agung dan Randu ST. bersedia berbagi kiat sukses dalam konteks berbisnis sambil
beribadah, khususnya tertuju bagi kalangan milenial yang peluangnya masihterbuka
luas di negeri ini, “kita harus bisa menemukan apa kebutuhan masyarakat yang
belum tercukupi, kemudian kita hadir sebagai solusi. Lalu, menjadi pemain
terbaik, serta berinovasi tiada henti,” begitu ujarnya. (HS/FR)

Deaar Mas Febrian, saya bermaksud untuk bisa diskusikan terkait dengan ide usaha produksi yang menurut saya sangat pas untuk Mas Febrian. Untuk itu kemana saya bisa menghubungi Mas Febrian langsung. Posisi saya di BSD Tangerang.
BalasHapus