Taufik Hidayat Ketua DPRD Jabar Sambut Hari Kartini : Perempuan, Teruslah Bersemangat
Algivon – Brigjen TNI (Purn), Taufik Hidayat, SH,MH, Ketua DPRD Provinsi Jawa
Barat dalam kaitan menyambut keberadaan RA Kartini yang kita kenal sebagai
Pahlawan Kemerdekaan Nasional, kerap ia kita peringati setiap 21 April 2022.
Nah, sekaitan hal ini kepada redaksi di ruang kerjanya di Jl. Diponegoro No. 27
Bandung menyatakan,”RA Kartini adalah salah satu pejuang emansipasi wanita di
negara kita, utamanya dalam hal pendidikan. Sosoknya penuh inspiratif, salah
satunya berkat pergaulannya melalui korespondensi dengan teman-temannya di
Belanda,” begitu ujarnya.
Lebih jauh Taufik Hidayat yang sempat mensitir salah satu
rangkaian kalimat dari buku Habis Gelap Terbitlah Terang, yakni - Jangan
mengeluhkan hal-hal buruk yang datang dalam hidupmu. Tuhan tak pernah
memberikannya, kamulah yang membiarkannya datang.
“Saya secara pribadi amatlah terkesan dengan intisari kalimat
penyemangat ini. Karenanya, hari ini untuk perempuan di Jawa Barat dan
Indonesia, teruslah bersemangat dalam menapaki kehidupan kita ini,” paparnya
dengan penuh semangat pula.
Diketahui, riwayat singkat RA Kartini yang lengkapnya adalah
Raden Ajeng Kartini Djojo Adhiningrat. Ia berasal dari Jepara, Jawa Tengah dan
lahir pada 21 April 1879. Kartini lahir di tengah-tengah keluarga bangsawan
jawa. Ayah Kartini adalah seoarang Bupati Jepara berama R.M. Sosroningrat,
putra dari Pangeran Ario Tjondronegoro IV. Ibunda Kartini bernama M.A.
Ngasirah, merupakan anak seorang kiai atau guru agama di Telukawur, Kota Jepara,
Jawa Tengah.
Dalam riwayat singkat ini Ngasirah bukanlah keturunan
bangsawan, melainkan hanya rakyat biasa. Sebagai anak bangsawan, Kartini mampu
menempuh pendidikan di ELS (Europese
Lagere School) selama 12 tahun. Ia memanfaatkan penuh masa belajarnya, termasuk
menguasai bahasa Belanda. Pada 1903 saat Kartini berusia sekitar 24 tahun, ia
dinikahkan dengan K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat yang merupakan
seorang bangsawan dan juga bupati di Rembang, yang telah memiliki tiga orang
istri.
Hal yang luar biasa, suami R.A Kartini yaitu K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat
memahami apa yang menjadi keinginan istrinya itu. Selanjutnya ia diberi
kebebasan untuk mendirikan sekolah wanita pertama, yang menginspirasi
perjuangan emansipasi perempuan Indonesia. Sekolah ini berada di sebelah kantor
pemerintahan Kabupaten Rembang, dan saat ini dikenal sebagai Gedung Pramuka.
(red)

Tidak ada komentar