Hari Sungai Internasional & Pewujudannya di Indonesia – Momentum, Pentingnya Menjaga kelestarian Sungai
O P I N I
Oleh: Supardiyono Sobirin
Anggota: Dewan Pemerhati Kehutanan dan Lingkungan Tatar Sunda DPKLTS, Kelompok Riset Cekungan Bandung KRCB, dan Anggota Tim Ahli Citarum Harum
Algivon.com -- Hari Sungai Internasional, atau dalam bahasa
Inggris dikenal sebagai "International
Day of Rivers," adalah perayaan yang ditetapkan untuk meningkatkan
kesadaran dan menghargai pentingnya sungai-sungai di seluruh dunia. Perayaan
ini bertujuan untuk mempromosikan pelestarian, restorasi, dan pemanfaatan
berkelanjutan sumber daya air bagi manusia dan ekosistem.
Hari Sungai Internasional pertama kali dirayakan pada 14
April 1998. Perayaan ini diluncurkan oleh organisasi non-pemerintah bernama "International Rivers" atau "Rivers Without Boundaries" (Sungai Tanpa Batas) yang didirikan oleh Rebecca
Wodder. Organisasi ini bekerja untuk melindungi sungai-sungai dan
ekosistem terkait melalui advokasi, penelitian, dan kegiatan edukasi.
Tujuan utama dari Hari
Sungai Internasional adalah: Pertama,
Kesadaran: Meningkatkan kesadaran global tentang pentingnya sungai-sungai sebagai
sumber air tawar, kehidupan, dan keanekaragaman hayati. Kedua, Pelestarian:
Mendorong pelestarian sungai-sungai dan ekosistem air yang sehat melalui upaya
konservasi dan restorasi. Ketiga,
Pemanfaatan Berkelanjutan: Memperkuat akan perlunya pemanfaatan sumber daya air
secara berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan manusia tanpa mengorbankan
ekosistem sungai. Keempat,
Perlindungan Hak Masyarakat Adat: Mendukung hak-hak masyarakat adat yang
tinggal di sekitar sungai dan mendeklarasikan wilayah sungai sebagai warisan budaya
dan ekologis yang penting. Kelima,
Peran Sungai dalam Perubahan Iklim: Mengingatkan pentingnya sungai dalam menghadapi
perubahan iklim, khususnya dalam mitigasi bencana alam seperti banjir dan
kekeringan.
Dalam upaya mencapai tujuannya, Hari Sungai Internasional
telah menginspirasi berbagai kegiatan di seluruh dunia, seperti aksi
bersih-bersih sungai, kampanye untuk melindungi sungai-sungai dari pembangunan
dam yang merusak, dan program pendidikan untuk mengedukasi masyarakat tentang
pentingnya pelestarian sungai.
Hasil dari perayaan Hari Sungai Internasional dapat diukur
dari dampak kesadaran yang dihasilkan. Selama bertahun-tahun, kesadaran global
tentang pentingnya menjaga sungai sebagai ekosistem
yang berharga telah meningkat. Banyak pemerintah dan organisasi lingkungan
telah berkomitmen untuk melindungi sungai-sungai dari ancaman pembangunan yang
merusak, serta melakukan upaya restorasi ekosistem sungai yang telah terganggu. Meskipun masih
ada banyak tantangan dalam menjaga keberlanjutan sungai di tengah pertumbuhan
populasi dan urbanisasi yang terus meningkat, perayaan Hari Sungai Internasional
telah menjadi alat efektif dalam meningkatkan kesadaran dan mendorong tindakan
positif untuk melindungi sumber daya air yang sangat berharga ini. Hari Sungai
di Indonesia
Terkait degan Hari Sungai di Indonesia, memang ada
perayaannya, yaitu berkaitan dengan kepedulian terhadap sungai dan lingkungan
sekitarnya, meskipun tanggal pasti perayaan ini berbeda, umumnya diadakan pada tanggal 27 September setiap tahunnya. Namun,
perlu diingat bahwa tanggal ini dapat berubah tergantung pada kebijakan pemerintah
dan jadwal lain yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan di Indonesia.
Hari Sungai di Indonesia merupakan momentum bagi masyarakat
untuk lebih memahami pentingnya menjaga kelestarian sungai-sungai di seluruh
negeri. Perayaan ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya
sungai sebagai sumber air bersih, kehidupan bagi flora dan fauna, serta peran
pentingnya dalam menjaga keseimbangan ekosistem.
Dalam rangka perayaan Hari Sungai di Indonesia, berbagai
kegiatan digelar untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya sungai, antara
lain: Pertama, Aksi Bersih-bersih Sungai:
Masyarakat, lembaga lingkungan, dan pemerintah setempat berpartisipasi dalam
aksi bersih-bersih sungai untuk mengumpulkan sampah dan limbah plastik yang
dapat merusak lingkungan dan kehidupan air. Kedua, Pendidikan dan Lokakarya: Dilaksanakan sesi edukasi dan
lokakarya untuk mengajarkan pentingnya menjaga sungai dan pemanfaatannya secara
berkelanjutan kepada generasi muda dan masyarakat umum. Ketiga, Lomba Kreativitas: Diselenggarakan lomba lukisan, puisi,
atau fotografi yang
bertema sungai dan lingkungan. Lomba ini bertujuan untuk
menggugah kreativitas dan rasa kepedulian terhadap alam sekitar. Keempat, Penanaman Pohon di Tepi
Sungai: Masyarakat turut ambil bagian dalam kegiatan menanam pohon di tepi
sungai untuk membantu menjaga kestabilan aliran sungai dan mengurangi erosi. Kelima, Kampanye dan Advokasi:
Dilakukan kampanye dan advokasi untuk mendorong pemerintah dan sektor swasta
agar lebih memperhatikan perlindungan dan konservasi sungai.
Hari Sungai di Indonesia menjadi kesempatan bagi seluruh komunitas untuk bersatu dan bekerjasama dalam menjaga kelestarian sungai-sungai di Indonesia. Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pelestarian sungai semakin meningkat, dan berbagai langkah nyata untuk melindungi dan memulihkan ekosistem sungai dapat diwujudkan.
Galibnya tentang perayaan hari sungai ini, setiap tahun ada yang merayakannya pada bulan Maret, Juli, malahan September. Menurut hemat penulis, yang penting goal atau tujuannya sama, dan bila perlu ia dirayakan setiap hari, biar afdol! (HS/SB)

Tidak ada komentar